sinarmaluku. com – Direktorat Polairud Polda Maluku mengevakuasi 25 warga Desa Hunut yang mengamankan diri di keramba budidaya Dinas Perikanan, pasca bentrok antara warga Desa Hunut dan Desa Hitu.
Evakuasi dilakukan setelah seorang warga Desa Hunut, Kores Salenussa (56 tahun), meminta bantuan kepada DIT Polairud Polda Maluku.
Tim Polairud menggunakan RIB 1, 2, dan 3 untuk menuju lokasi keramba. Selain mengevakuasi warga, tim juga membawa dua anak, Venia (3 tahun) dan Bace Mahulete (72 tahun), ke RS. Otoquik Passo untuk penanganan medis setelah keduanya tercebur ke laut saat menuju keramba.
Sebanyak 25 warga Desa Hunut berhasil dievakuasi, terdiri dari 6 anak laki-laki, 3 anak perempuan, 14 perempuan dewasa, dan 2 laki-laki dewasa. Berikut daftar nama-nama pengungsi yang dievakuasi ke Mako Dit Polairud Polda Maluku:
1. Alvaro Batan (11 tahun, laki-laki)
2. Els Tahalea (25 tahun, perempuan)
3. Keisha Polnaya (28 tahun, perempuan)
4. Natania Polnaya (4 tahun, perempuan)
5. Jovanka Polnaya (2 tahun, laki-laki)
6. Feels Tahalea (8 tahun, perempuan)
7. Alida Tahalea (53 tahun, perempuan)
8. Aletya Letelay (31 tahun, perempuan)
9. Noventi Titiheru (21 tahun, perempuan)
10. Jean Titiheru (19 tahun, perempuan)
11. Artila Fataruba (19 tahun, perempuan)
12. Rian Latumahina (33 tahun, laki-laki)
13. Herly Wansa (49 tahun, perempuan)
14. Carlota Siahaya (85 tahun, perempuan)
15. Samuel Siahaya (12 tahun, laki-laki)
16. Petra Lesnussa (9 tahun, laki-laki)
17. Adelce Siahaya (40 tahun, perempuan)
18. Netty A. Wenno (40 tahun, perempuan)
19. Antoneta Pattiasiana (45 tahun, laki-laki)
20. Yondri Kappuw (16 tahun, laki-laki)
21. Harmanus Kappuw (9 tahun, laki-laki)
22. Venia (3 tahun, perempuan)
23. Ice Lakausea (79 tahun, perempuan)
24. Bace Mahulete (72 tahun, perempuan)
25. Misel Salamor (18 tahun, perempuan)
Para pengungsi Desa Hunut kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah keluarga mereka di Desa Lateri, Lata, dan Suli.