sinarmaluku. com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku semakin serius memanfaatkan aplikasi pesan instan WhatsApp sebagai ujung tombak dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Sistem notifikasi berbasis WhatsApp menjadi andalan baru dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, dengan dukungan penuh dari UNICEF dan implementasi di lapangan yang dikoordinasikan oleh Yayasan Kanjoli Terang Maluku (YKTM).

Inisiatif penting ini merupakan fokus utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Notifikasi Ibu Hamil dan Ibu Bersalin Bagi Fasilitas Kesehatan di Kota Ambon Tahun 2025, yang diselenggarakan pada 29 Agustus 2025 di Hotel Everbright, Ambon.
Kegiatan ini didanai oleh hibah UNICEF dan melibatkan 50 petugas kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan di Maluku, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, DR. Yang Aslian Noor menegaskan, AKI dan AKB masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi.
“WhatsApp adalah solusi inovatif untuk memastikan ibu hamil dan keluarga mendapatkan informasi yang cepat dan tepat waktu, terutama dalam hal kunjungan antenatal, pengambilan obat, dan persiapan persalinan,” ujarnya.

Sistem notifikasi WhatsApp ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil dan keluarga mengenai pentingnya perawatan kesehatan, meningkatkan partisipasi dalam program kesehatan, dan mempermudah komunikasi antara petugas kesehatan dan ibu hamil.
Sementara itu, Dr. Aulia Rahman, perwakilan UNICEF Maluku, menyoroti pentingnya pemantauan dan evaluasi yang berkelanjutan.
Sistem ini kata Rahman, memungkinkan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan dan memberikan intervensi yang tepat, sehingga dapat mengurangi risiko dan komplikasi kehamilan.
Dia menambahkan, sistem notifikasi WhatsApp ini sejalan dengan tujuan global untuk menurunkan AKI dan AKB.
“Kami percaya bahwa dengan dukungan teknologi dan kerjasama yang kuat antara pemerintah, UNICEF, YKTM, dan petugas kesehatan, kita dapat mencapai hasil yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Maluku,” ujarnya.
Dengan kolaborasi yang solid dan pemanfaatan teknologi yang tepat, maka sangat optimis dapat menekan angka kematian ibu dan bayi, serta memberikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi seluruh masyarakat. WhatsApp bukan hanya sekadar aplikasi pesan instan, tetapi juga menjadi alat strategis dalam menyelamatkan nyawa ibu dan bayi di Maluku.