sinar Maluku. com – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku terus meningkatkan kegiatan patroli di wilayah perairan, khususnya di area yang dianggap rawan konflik.
Salah satunya adalah perairan Haruku, yang menjadi fokus patroli rutin KP XVI-3001 Tanjung Allang pada Jumat, 19 September 2025.
Patroli yang berlangsung selama enam jam ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengantisipasi potensi perkelahian antar kampung yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
KP XVI-3001 Tanjung Allang memulai kegiatan dengan pengisian air tawar di Pelabuhan Tulehu pada pukul 08.30 WIT. Setelah persiapan selesai, kapal patroli bertolak dari pelabuhan pada pukul 09.30 WIT untuk memulai penyisiran perairan Haruku.
Pada pukul 10.30 WIT, KP XVI-3001 Tanjung Allang tiba di koordinat 03°36.31 S° – 128.35.59 E dan melakukan pemantauan intensif di sekitar Selat Haruku. Selama pemantauan, aktivitas kapal penumpang dan nelayan terpantau normal dan tidak ada indikasi gangguan keamanan.
Patroli kemudian dilanjutkan ke arah Tanjung Ouw. Pada pukul 13.30 WIT, kapal tiba di koordinat 03°38.07 S – 128°44.27 E dan melaksanakan lego jangkar untuk melakukan pemantauan lebih detail di sekitar wilayah tersebut. Meskipun demikian, tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan atau potensi tindak pidana.
Setelah mengangkat jangkar pada pukul 15.00 WIT, KP XVI-3001 Tanjung Allang kembali melanjutkan patroli hingga akhirnya kembali sandar di Pelabuhan Tulehu pada pukul 16.00 WIT.
Secara keseluruhan, patroli yang menempuh jarak 40 nautical mile (Nm) ini berhasil menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan aman terkendali di perairan Haruku. Intensifikasi patroli oleh Polairud Polda Maluku ini merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Maluku.