Ragam

September, 200 Siswa SD Siap Ikut Bertarung Dalam Olimpiade Sains Nasional

sinarmaluku.com – Dipastikan September 2023 mendatang, sebanyak 200 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kota Ambon terpilih dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN)

Ke-200 siswa itu terdiri dari masing-masing SD untuk mata pelajaran (Mapel) Matematika 50 siswa dan IPA 50 siswa, demikian juga 50 siswa SMP di Mapel Matematika dan 50 di IPA.

Sebelum mengikuti OSN, ke-200 siswa-siswi itu akan mendapat penguatan kapasitas oleh trainer dari Lembaga Olimpiade Indonesia (LOI) yang difasilitasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, mulai hari ini, Kamis (4/5).

Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena katakan, dirinya bangga terhadap 200 siswa-siswi yang terpilih dari ribuan siswa di Kota Ambon dan mengharapkan selama penguatan kapasitas menuju OSN dapat diikuti dengan baik.

“Inilah generasi muda harapan kota, bangsa ini kedepan. Mereka anak-anak terbaik dan terpilih diantara 32 ribu siswa/i SD-SMP sederajat untuk menjadi duta kota Ambon ke OSN,” sebutnya saat membuka kegiatan penguatan kapasitas siswa OSN SD-SMP di Manise Hotel, Kamis (4/5).

Ambon beberapa tahun terakhir kata dia, belum berprestasi di olimpiade tingkat nasional. Hal ini harus dievaluasi dan jadi catatan kedepan bahwa ada banyak hal yang kurang. Termasuk ketersediaan sarana prasarana juga harus memadai agar belajar mereka cukup.

“Sesungguhnya saya tidak ragu dengan kemampuan anak-anak kita. Tetapi kemampuan mereka harus terus diasah, dibina secara tepat, maka yakin kualitas mereka meningkat dan pasti bisa sama dengan anak-anak lain di Indonesia,” terang Wattimena.

Meningkatkan kapasitas para siswa menurutnya, sangat penting sebagai tolak ukur keberhasilan mereka nantinya di OSN. Maka diharapkan lewat para trainer dari LOI, mereka bisa terasah dan lahir anak-anak kota Ambon yang bisa juarai OSN.

“Yang berhasil di Olimpiade tingkat nasional nantinya, Pemkot Ambon lewat dinas Pendidikan harus berikan bonus sebagai apresiasi dan motivasi bagi mereka untuk terus giat belajar,” ingatnya.

Lebih lanjut, Wattimena menyinggung terkait tanggungjawab besar di 2045 atau 100 tahun Indonesia, yang dihadapkan dengan bonus demografi. Menuntut kesiapan sumberdaya manusia yang cakap ditengah kemajuan teknologi.

“Apakah anak-anak kita akan jadi beban atau mereka produktif. Itu semua menuntut kesiapan kita sejak dini. Mereka adalah masa depan bangsa, generasi penerus yang tidak boleh ada tergilas zaman,” kuncinya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top