sinar maluku. com – Tawuran antar kelompok pemuda di Depan Asrama Militer (Asmil),Wainitu OSM Kecamatan Nusaniwe pada 9 Mei lalu, telah memicu respon cepat dan terpadu dari aparat keamanan dan masyarakat setempat.
Tidak hanya sekadar reaksi atas insiden yang terjadi, tetapi juga sebagai langkah proaktif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, sebuah strategi keamanan terpadu telah dibentuk melalui kolaborasi erat antara TNI-Polri dan warga Ambon.
Pusat dari strategi ini adalah rapat koordinasi yang digelar oleh Polsek Nusaniwe, yang melibatkan berbagai pihak kunci, termasuk Koramil, Babinsa, dan perwakilan dari RT/RW di sekitar lokasi kejadian. Kehadiran perwakilan masyarakat ini menjadi bukti komitmen kuat untuk membangun keamanan yang berakar pada partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Kapolresta Ambon dan Pulau Lease, AKBP Yoga Prima Putra Setya, menekankan pentingnya sinergi dan kerjasama yang solid antara TNI-Polri dan masyarakat.
Menurut Kapolresta, Keamanan bukanlah tanggung jawab yang bisa dipikul sendirian oleh Kepolisian maupun TNI, namun menjadi tanggung jawab bersama, dan perlu bekerja sama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Ambon.
Kapolresta juga menggarisbawahi pentingnya semangat “bakulele,” istilah lokal yang mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mengatasi tantangan bersama.
Semangat ini, menurut Kapolresta, merupakan pondasi utama dalam membangun rasa aman yang berkelanjutan di Kota Ambon. Mewujudkan rasa aman yang berkelanjutan membutuhkan kontribusi dan pengorbanan dari semua pihak, demi masa depan generasi muda Ambon.
Lebih jauh, Kapolrestamenekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan saling percaya antara aparat keamanan dan masyarakat.
“Dengan komunikasi yang efektif, kita dapat mengidentifikasi potensi konflik sedini mungkin dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1504 Ambon, Letkol Inf. Hari Sandra, mengatakan, mengenai strategi keamanan terpadu yang diterapkan. Strategi ini tidak hanya bersifat reaktif, menanggapi kejadian yang telah terjadi, tetapi juga preemtif, dengan fokus pada pencegahan.
“Kita tidak hanya akan merespon kejadian yang sudah terjadi, tetapi juga berupaya mencegahnya dengan menyelidiki akar permasalahan yang memicu tawuran,” jelas Dandim.
Patroli gabungan TNI-Polri yang diintensifkan akan menjadi bagian penting dari strategi ini, dengan penekanan pada kawasan-kawasan rawan konflik. Unsur Babinsa akan dilibatkan secara aktif dalam patroli ini untuk memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput dan membangun komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat.
Strategi keamanan terpadu ini, yang menggabungkan langkah-langkah preemtif dan reaktif, diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Ambon, mencegah terulangnya insiden tawuran, dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kehidupan masyarakat.
Keberhasilan strategi ini bergantung pada kerjasama yang berkelanjutan antara TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Ambon, khususnya di Kecamatan Nusaniwe. Kolaborasi ini merupakan kunci untuk membangun Ambon yang aman, damai, dan kondusif bagi semua warganya.