Oleh: Kompol H.Akmil Djapa
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah bukan sekadar penanda waktu yang berganti, tetapi menjadi titik refleksi bagi umat Islam untuk menata ulang arah hidup dalam bingkai spiritual dan sosial. Di tengah hiruk-pikuk zaman dan tantangan yang kompleks, nilai-nilai hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW patut dijadikan landasan dalam membangun peradaban yang lebih bermartabat.
Hijrah bukan hanya perjalanan fisik Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, tetapi juga transformasi total menuju kehidupan yang lebih baik yang diridhoi oleh Allah swt.
Dalam konteks kekinian, hijrah adalah kesadaran untuk keluar dari zona nyaman yang stagnan menuju perubahan yang lebih bermakna—baik dalam diri, keluarga, masyarakat, maupun bangsa.
Di saat bangsa ini dihadapkan pada tantangan moral, ekonomi, dan sosial, semangat hijrah perlu dikuatkan sebagai gerakan kolektif menuju perbaikan. Hijrah dari korupsi menuju integritas. Dari kemalasan menuju etos kerja. Dari perpecahan menuju persatuan. Dari ketidakpedulian menuju kepedulian sosial.
Tahun Baru Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya merenungi masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan optimisme dan tekad yang kuat. Inilah saatnya setiap pribadi, lembaga, dan pemimpin mengambil peran dalam hijrah besar menuju Indonesia yang lebih adil, damai, dan sejahtera.
Selamat Tahun Baru Islam 1447 H. Mari jadikan hijrah sebagai gerakan perubahan, bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai lompatan nilai menuju hidup yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain dalam bingkai persatuan indonesia