sinar maluku. com- Polresta Pulau Ambon & Pulau-Pulau Lease menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku untuk memperkuat program Dapur Sehat Bergizi (SPPG) Polda Maluku.
Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3).
Sinergi ini diwujudkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, di Kantor BKKBN Provinsi Maluku.
Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk memaksimalkan efektivitas dan efisiensi program SPPG, termasuk pemenuhan kuota penerima manfaat dari kelompok B3.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekretaris BKKBN Provinsi Maluku, Ibu Mince H. Ubro, S.Hut., M.Si, Kabag SDM Polresta Ambon, AKP Richard Hahury, S.Sos, serta tim ahli dari BKKBN yang bertugas memantau distribusi makanan bergizi (MBG) dan mengkoordinasikan kader Posyandu.
Fokus Kerjasama:
- Data Penerima Manfaat: BKKBN Provinsi Maluku berkomitmen untuk menyediakan data akurat dan terkini mengenai penerima manfaat dari kelompok B3, guna memastikan kuota 10% terpenuhi dalam program SPPG Polda Maluku. Data ini akan diserahkan kepada Polresta Ambon paling lambat 6 Agustus 2025, setelah proses pemutakhiran oleh kader Posyandu di tingkat kelurahan.
- Target Penerima Manfaat: Program SPPG Polda Maluku menargetkan 4.000 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa PAUD/TK (344), siswa SD (2.847), siswa SMP (134), siswa SMA (332), dan kelompok B3 (343).
- Dukungan Kader Posyandu: Sebagai bentuk apresiasi atas peran penting kader Posyandu dalam mendistribusikan MBG, mereka akan menerima insentif operasional sebesar Rp. 1.000 per paket makanan, yang akan diatur secara teknis oleh Kepala SPPG dan Akuntan SPPG.
- Efisiensi Distribusi: Untuk menjamin kualitas makanan dan efisiensi waktu, distribusi MBG kepada kelompok B3 akan dilakukan melalui titik-titik penjemputan yang strategis, yang ditentukan oleh kader Posyandu. Kader Posyandu kemudian akan mengantarkan langsung makanan bergizi tersebut kepada para penerima manfaat.
- Pengawasan Kualitas: Polresta Ambon dan BKKBN Maluku berkomitmen untuk memperketat pengawasan kualitas makanan yang didistribusikan melalui program SPPG. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masalah, seperti makanan basi atau berkualitas buruk, yang pernah terjadi pada program serupa di tempat lain.
AKP Richard Hahury, S.Sos, Kabag SDM Polresta Ambon, menegaskan bahwa kerjasama dengan BKKBN Maluku merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program SPPG dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
“Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat antara Polresta Ambon dan BKKBN Maluku, kita dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” ujar AKP Richard Hahury.
Ibu Mince H. Ubro, S.Hut., M.Si, Sekretaris BKKBN Provinsi Maluku, menyambut baik kerjasama ini dan menyatakan komitmen BKKBN untuk mendukung penuh program SPPG Polda Maluku.
“Kami siap memberikan data dan dukungan teknis yang dibutuhkan untuk memastikan program SPPG berjalan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” kata Ibu Mince H. Ubro.
Kerjasama antara Polresta Ambon dan BKKBN Maluku ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi instansi pemerintah lainnya dalam upaya bersama meningkatkan kualitas hidup masyarakat.