sinarmaluku. com – Upaya menekan angka kematian ibu dan anak (AKIA) di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus digenjot.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, dan UNICEF berkolaborasi dalam sebuah inisiatif strategis melalui pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan terpilih. Pelatihan ini diadakan pada 20-22 Agustus 2025, diikuti oleh 31 tenaga kesehatan (dokter dan bidan) dari 21 Puskesmas di SBB.

Kolaborasi ini dilatarbelakangi oleh data hingga tahun 2024 yang menunjukkan bahwa kematian ibu dan bayi di Maluku, termasuk SBB, masih didominasi oleh penyebab yang sebenarnya dapat dicegah. Penyebab tersebut antara lain komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi, perdarahan, infeksi, serta keterlambatan penanganan kegawatdaruratan neonatal.
Kepala Bidang Yankes Dinkes Prov Maluku, Daud Samal, SKM mengatakan,
Kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining dini dan merujuk kasus secara tepat waktu menjadi sangat krusial, Untuk itu, pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah dengan tantangan geografis seperti SBB.

Ini penting, sehingga pelatihan ini fokus pada peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara efektif dan efisien, termasuk Buku KIA yang merupakan alat penting dalam memantau kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga usia lima tahun.
Sementara itu, UNICEF berkomitmen untuk memastikan setiap anak, termasuk BBLR dan bayi rentan (terinfeksi HIV), mendapatkan layanan berkualitas sebagai hak dasar.

Dukungan dana hibah dari UNICEF menjadikan pelatihan ini bagian dari komitmen bersama untuk akses layanan kesehatan responsif, merata, dan berkelanjutan bagi ibu dan anak di seluruh Maluku. Yayasan Kanjoli Terang Maluku (YKTM) turut menjadi mitra pelaksana dalam kegiatan ini.

Untuk diketahui, narasumber dalam pelatihan ini berasal dari:
- Dinas Kesehatan Provinsi Maluku (Daud Samal, SKM; Horib, SKM. MKM; Arny Rumalutur, SST, Keb)
- Dinas Kesehatan Kabupaten SBB (Lutfi Latuconsina, SKM.M.Kes)
- RSUD Piru (dr Johan F. Selano, Sp.OG)
- Kabupaten SBB (Dr. Sylphana A. Lawalata, Sp.A)

Materi yang diberikan meliputi skrining kehamilan berisiko, resusitasi bayi baru lahir, pemeliharaan suhu tubuh bayi (termoregulasi), dan edukasi penggunaan Buku KIA.