sinarmaluku. com – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Pattimura (UNPATTI), bekerja sama dengan Goethe Institut Jakarta dan Ikatan Guru Bahasa Jerman Republik Indonesia (IGBJI) Pusat, sukses menyelenggarakan Olimpiade Bahasa Jerman Regional Maluku.
Ajang ini tidak hanya menjadi wadah bagi pelajar berbakat di Maluku, tetapi juga menjadi kebanggaan karena telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan meraih penilaian tertinggi, yaitu 5 bintang.
Olimpiade ini menjadi ajang seleksi bagi siswa/siswi SMA/MA dan SMK di Maluku untuk mewakili provinsi tersebut dalam Olimpiade Nasional Bahasa Jerman (NDO) di Jakarta, yang akan diselenggarakan pada Januari 2026.
Pada tahun ini, Olimpiade Bahasa Jerman Regional Maluku diikuti oleh 16 SMA, dengan 6 sekolah berasal dari Maluku Tenggara dan Tual, serta 10 sekolah dari Kota Ambon. Total peserta yang berpartisipasi mencapai 48 siswa.
Dimana, Materi yang dilombakan meliputi tes keterampilan membaca (Lesen), menyimak (Hören), dan menulis (Schreiben) serta tes keterampilan dengan berbicara dalam bentuk wawancara atau talkshow yang akan dilakukan pada tingkat nasional.
Tiga peserta terbaik dari Olimpiade Regional Maluku akan melaju ke Olimpiade Nasional Bahasa Jerman di Jakarta. Di tingkat nasional, mereka akan bersaing dengan para juara dari provinsi lain untuk memperebutkan enam posisi teratas.
Pemenang pertama dan kedua tingkat nasional akan mewakili Indonesia dalam Olimpiade Internasional Bahasa Jerman di Mannheim, Jerman, pada Juli 2026, sementara pemenang ketiga hingga keenam akan mendapatkan beasiswa dari Goethe Institut untuk kursus bahasa Jerman di Indonesia.
Sementara itu, Dr. Kalvin Karuna, M.Pd., Ketua IGBJI Maluku sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP UNPATTI, menjelaskan, Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP UNPATTI merupakan salah satu yang terakreditasi UNGGUL dari Lembaga Akreditasi Mandiri di Bidang pendidikan (LAMDIK), dan 75% lulusan dalam 6 tahun terakhir berkarier di Jerman, tetapi minat lulusan SMA untuk studi di program studi ini masih tertgolong rendah.
Oleh karena itu, keberadaan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP UNPATTI sebagai penyelenggara Olympiade bahasa Jerman regional Maluku pada satu sisi merupakan bagian dari implementasi kerjasama dengan Goethe Institut Jakarta tetapi pada sisi lain merupakan bentuk sosialisasi program studi.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan popularitas program studi Pendidikan Bahasa Jerman di kalangan lulusan SMA ” ujarnya.
Ssmentara itu, Ketua Panitia Olimpiade Bahasa Jerman Regional Maluku, Carolina Lestuny, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahw penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum penting bagi kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku.
“Dengan penilaian 5 bintang dari Pusat Prestasi Nasional, kami semakin termotivasi untuk menghadirkan kompetisi yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu membuka ruang bagi anak-anak Maluku untuk bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Harapan juga tak terelakan datang dari salah satu peserta asal SMAN 11 Ambon, Julfandi Ajis Sanduan yang mengaku senang karen ajang ini ini pengalaman baru untuk bisa belajar bahasa Jerman dan mungkin juga tentang budaya dan ilmu dari Jerman. Senada dengan itu, Yielvestry Camellia Waas dari SMA Kristen YPKPM Ambon juga merasa bahagia dengan pengalaman yang didapatkannya.
Ada juga siswa SMAN 3 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Ocry Somnaikubun, yang juga mengaku bahwa seleksi adalah bagian integral dan tidak terpisahkan dari nilai sebuah olimpiade. Dimana, Proses ini mungkin terlihat menakutkan, tetapi justru di situlah letak nilainya dan kita tahu sampai mana pengetahuan kita.
Diharapkan, dukungan dari berbagai pihak, Olimpiade Bahasa Jerman Regional Maluku untuk berkomitmen menjadi ajang tahunan yang terus memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Maluku.