Ragam

Aksi Cepat Sang Jenderal Petarung, Redam Bentrokan Lisabata–Patahuwe di SBB

sinarmaluku. com – Respons kilat dan tegas ditunjukkan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. Tak ingin eskalasi konflik berlarut-larut, Pangdam bersama Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto dan Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung turun langsung ke garis depan untuk mengendalikan situasi di Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Jumat (11/9/2026).

Langkah manuver cepat pimpinan TNI-Polri ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai bentrokan antarwarga yang sempat memanas. Ketegangan berdarah yang dipicu isu kebakaran lahan tersebut sempat mengarahkan konsentrasi massa pada aksi saling serang, memicu jatuhnya korban luka akibat senapan angin, hingga berujung pembakaran sejumlah bangunan warga di Desa Patahuwe.

Melihat situasi kritis tersebut, Mayjen TNI Dody Triwinarto bergerak cepat menginstruksikan penebalan pasukan di wilayah perbatasan kedua desa. Ratusan personel gabungan dari Yonif TP 865/Satria Manewata, Kodim 1513/SBB, Polsek Taniwel dan Brimob Piru langsung diterjunkan ke titik sekat guna mengunci pergerakan massa dan menghentikan potensi bentrokan susulan.

Di lapangan, Pangdam menegaskan tak ada ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana atau melakukan tindakan main hakim sendiri.

“TNI dan Polri akan terus memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan kedua desa, mencegah bentrokan susulan, serta memastikan situasi tetap terkendali hingga benar-benar aman dan kondusif,” tegas Mayjen TNI Dody Triwinarto.

Pangdam mendesak seluruh warga agar menahan diri, tidak membawa senjata tajam, serta menghentikan provokasi yang memicu perpecahan. Seluruh proses penyelesaian kini dipegang penuh oleh aparat hukum secara profesional.

Guna mengunci perdamaian secara permanen, Pangdam XV/Pattimura merangkul seluruh elemen penting mulai dari tokoh masyarakat, agama, hingga pemuda untuk bergotong royong mendinginkan suasana dan menolak segala bentuk provokasi, termasuk berita bohong di media sosial.

“Jangan sampai persoalan ini berkembang lebih besar dan merugikan kita semua. Mari kita jaga Maluku tetap aman, karena keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Senada dengan Pangdam, Kapolda Maluku menegaskan bahwa konflik ini berakar dari kesalahpahaman belaka. Fokus utama saat ini beralih pada fase pemulihan, di mana TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga bakal bergotong royong memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Berkat ketegasan dan kecepatan aksi Pangdam Pattimura bersama jajaran, tensi di lokasi berhasil diredam dan situasi kini sepenuhnya kembali kondusif. (Pendam 15)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top