sinar Maluku. com – Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), UNICEF, dan Yayasan Kanjoli Terang Maluku, melakukan monitoring intensif selama dua hari (13-14 November 2025) untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten SBB.
Tim dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku mengunjungi berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bappeda Kabupaten, Puskesmas Piru, dan Dinas P3AP2KB SBB. Kegiatan ini bertujuan menindaklanjuti rekomendasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR).
“Monitoring ini untuk memastikan seluruh proses respons lintas sektor berjalan optimal, khususnya terkait penurunan AKI dan AKB,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Tim fokus pada kesiapan layanan kesehatan primer, verifikasi jaminan kesehatan ibu hamil, capaian layanan KB, ketersediaan SDM kesehatan, serta kendala logistik dalam program-program penting seperti ANC berkualitas dan Triple Eliminasi (HIV–Sifilis–Hepatitis B).
Selama kunjungan, tim menemukan beberapa kemajuan, termasuk upaya Dinas Sosial dalam memverifikasi data Penerima Bantuan Iuran (PBI), mekanisme respons cepat untuk kasus gawat darurat, pelaksanaan forum koordinasi rutin lintas sektor, serta perubahan positif di salah satu desa adat yang kini menerima persalinan di fasilitas kesehatan.
Namun, tim juga mencatat sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi. Di antaranya, ketiadaan dokter tetap di beberapa puskesmas, keterbatasan bahan habis pakai untuk skrining triple eliminasi dan alat kontrasepsi, serta perlunya peningkatan etika profesi tenaga kesehatan.
Wakil Bupati Seram Bagian Barat, Selfinus Kainama, S.Pd., menerima tim provinsi dalam audiensi resmi. Tim menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang telah diambil Pemkab SBB serta menekankan pentingnya dukungan penuh dari pimpinan daerah untuk mengawal tindak lanjut yang sedang berjalan.
“Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penguatan regulasi, percepatan perbaikan akses kesehatan, dan penempatan tenaga kesehatan,” tegas Selfinus Kainama.
Tim provinsi berharap, dengan kerja sama lintas sektoral yang semakin solid, penurunan AKI dan AKB di Seram Bagian Barat dapat dipercepat, sekaligus memperkuat pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di seluruh wilayah kabupaten.