Amboina

Aktivitas Pelayanan di Pelabuhan Teluk Bara Terkendala Jaringan dan Aliran Listrik

sinarmaluku.com – Aktivitas di kawasan Pelabuhan Penyebrangan Teluk Bara di Kabupaten Buru Utara Barat belum berjalan baik. Ini dikarenakan, hingga kini masih terkendala aliran listrik dan jaringan Telkomsel yang belum masuk ke daerah setempat.

Kendala ini terungkap saat komisi III DPRD Maluku melakukan kunjungan pengawasan ke Balai Pengelola dan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXIII Provinsi Maluku, pada Selasa (7/6)

Kor Satpol Galala Namlea, Zet A I S Syukur mengaku, tiang dan kabel oleh pihak PLN sudah disediakan namun untuk penerangan hingga kini belum masuk sehingga untuk penerangan masih menggunakan alternatif genset dan Solarsel atau tenaga Surya.

Zet berharap, kendala yang dialami ini dapat diperhatikan oleh pemerintah melalui perpanjangan mulut wakil rakyat untuk mendorong pihak PLN merealisasikan listrik di kawasan Teluk Bara.

“Kami berterima kasih dengan pengawasan komisi III karena dapat melihat dari dekat kendala yang terjadi serta membantu mencari solusi dari kendala- kendala ini” kata Zet kepada sinarmaluku.com disela sela pengawasan bersama Komisi III DPRD Maluku

Sementara itu, Anggota komisi III DPRD Maluku, Hatta Hehanussa mengatakan, hasil temuan ini akan menjadi perhatian serius oleh DPRD Maluku untuk memanggil pihak PLN dan Telkom buna membahas secara bersama kendala yang dihadapi serta diupayakan untuk segera direalisasikan khusus untuk infrastruktur Telkomsel dan penerangan.

“Kita akan panggil PLN untuk membicarakan kendala yang kita temukan ini, agar secepatnya direalisasikan secara baik. Karena ini merupakan sarana yang penting dalam kelancaran pelayanan agar dapat terlaksana secara baik,” kata Hehanussa

Selain itu, kata Hehanussa, salah satu program pembangunan infrastruktur APBN terbangun di Teluk Bara dan berdasarkan hasil pengawasan terbukti pembangunan tersebut sangat bagus. Bahkan, pelabuhan ini dijadikan percontohan untuk pelabuhan yang lain.

“Pelabuhan teluk bara letaknya sangat jauh tetapi memilki infrastruktur yang bagus dan sangat mendukung,” kata Hehanussa sembari menambahkan, pelabuhan ini layak menjadi contoh bagi pelabuhan yang lain, karena dari segi efisiensi kwalitas pembangunan sangat bagus.

Hehanussa menambahkan,selain membahas kendala infrastruktur, Komisi III juga menyinggung terkait minimnya jumlah penumpang dengan rute Namlea, Teluk Bara dan Sanana. Hal ini menjadi perhatian serius untuk bersama sama pemerintah mencari solusi terkait hal ini.

Pantauan sinarmaluku.com, pengawasan komisi III DPRD Maluku ke Teluk Bara dan Air Buaya berjalan aman dan lancar (VFG)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top