sinarmaluku. com — Direktorat Samapta (Dit Samapta) Polda Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah melalui pelaksanaan Patroli Perintis Presisi. Patroli yang digelar pada Jumat malam (09/10/2026) hingga Sabtu dini hari (10/10/2026) ini menyasar sejumlah titik rawan premanisme dan pusat aktivitas masyarakat di seputaran Kota Ambon.
Sebanyak 15 personel Dit Samapta Polda Maluku diterjunkan dalam operasi patroli dialogis ini bawah pimpinan Kanit 4 Turjawali Dit Samapta AKP Aloysius Titirloloby selaku Perwira Pengendali (Padal).
Pendekatan Humanis Dit Samapta Polda Maluku
Sebelum bergerak ke lapangan, personel Dit Samapta terlebih dahulu menerima Apel Arahan Pimpinan (APP) di Mako Dit Samapta Polda Maluku untuk pemetaan area sasaran (hotspot). Dengan menggunakan armada kendaraan R4 dan patroli jalan kaki, tim Dit Samapta aktif menyusuri sudut-sudut kota:
- Kawasan Jalan Pattimura (23.47 WIT): Personel Dit Samapta merangkul pemuda yang sedang berkumpul, memberikan arahan kamtibmas secara humanis, serta mengimbau bahaya konsumsi minuman keras (miras) dan pembatasan jam nongkrong malam.
- Area Lapangan Merdeka (01.10 WIT): Sambil berpatroli jalan kaki, personel Dit Samapta membangun interaksi dialogis guna mengantisipasi potensi tawuran antar-pemuda, aksi aksi kejahatan jalanan, maupun gangguan kamtibmas lainnya.
- Kawasan Pasar Mardika (01.35 WIT): Personel Dit Samapta menyerap langsung keluhan warga terkait situasi keamanan pasar serta membagikan informasi layanan pengaduan cepat Call Center 110.
Cegah Potensi Gangguan Keamanan
Langkah responsif Dit Samapta Polda Maluku ini berfokus pada pencegahan dini terhadap Potensi Gangguan (PG), Ancaman Gangguan (AG), dan Gangguan Nyata (GN) agar tidak memberi ruang bagi munculnya niat maupun kesempatan aksi kriminalitas di malam hari.
Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 02.00 WIT setelah seluruh tim kembali ke Mako Dit Samapta Polda Maluku dan melaksanakan Apel Konsolidasi yang dipimpin oleh Aiptu Berti Kempa selaku Danton. Selama patroli berlangsung, situasi di seluruh wilayah sasaran terpantau aman, tertib, dan kondusif.