Ragam

Wali Kota Minta Polisi Usut Temuan Ulat di Makanan Program MBG SD Kristen Seri

sinar maluku. com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas temuan ulat dalam makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa Sekolah Dasar (SD) Kristen Seri, Kecamatan Nusaniwe.

Permintaan ini menyusul viralnya sebuah video yang memperlihatkan ulat di dalam ayam yang menjadi bagian dari paket makanan MBG.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Meogamz Tuhumury, yang menggambarkan ayam berulat tersebut dikonsumsi oleh anak dan keponakannya. Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan kualitas makanan dalam program MBG yang menjangkau ribuan siswa setiap harinya.

Meskipun sampel makanan telah diserahkan kepada Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), BPOM menyatakan ketidakmampuannya untuk menindaklanjuti kasus ini karena tidak adanya korban yang mengalami dampak kesehatan langsung akibat mengonsumsi makanan tersebut.

Hal ini yang mendorong Wali Kota Wattimena untuk meminta pihak kepolisian untuk mengambil alih investigasi.

“Balai POM membutuhkan unsur korban untuk bisa menindaklanjuti pengaduan. Karena tidak ada korban, maka kasus ini tidak dapat diteruskan oleh mereka,” jelas Wattimena kepada wartawan.

Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghentikan upaya untuk mengungkap penyebab insiden ini.

Wali Kota Wattimena menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas makanan dalam program MBG.

Ia juga meminta pengelola program untuk lebih berhati-hati dan memastikan bahwa makanan yang disiapkan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

“Kalau perlu saya minta mereka (pengelola) untuk bawa ini ke pihak berwajib sehingga ada kepastian,” tegasnya.

Pemerintah Kota Ambon saat ini tengah menunggu hasil investigasi kepolisian. Meskipun insiden ini hanya terjadi di SD Kristen Seri dan hanya pada satu kemasan makanan dari lebih dari 3000 paket yang didistribusikan setiap hari, Wali Kota Wattimena tetap meminta penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah kejadian ini murni kelalaian atau ada unsur kesengajaan.

“Kita juga tidak tahu apakah ini benar-benar berasal dari dapur pengolah, atau ada upaya-upaya tertentu yang disengaja. Karena itu saya minta hal ini diusut,” tambahnya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.(***)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top