Ragam

Tertib Lalu Lintas di Ambon , Antara Kesadaran dan Tantangan Infrastruktur


sinar maluku. com – Kota Ambon, dengan pesona alam dan budayanya yang kaya, terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan warganya, termasuk dalam hal tertib berlalu lintas.

Namun, upaya tersebut masih dihadapkan pada tantangan yang kompleks, yang melibatkan dua faktor utama yaitu kesadaran masyarakat dan keterbatasan infrastruktur.

Meskipun Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) telah menerapkan pendekatan persuasif, terutama selama masa pandemi Covid-19, tingkat kepatuhan terhadap aturan lalu lintas masih belum optimal. Penurunan kesadaran ini terlihat di berbagai titik di kota, menunjukkan perlunya strategi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Salah satu contoh nyata adalah kondisi di depan pusat perbelanjaan MCM. Meskipun telah dilakukan sosialisasi larangan parkir di area tersebut – mengingat tersedia lahan parkir yang memadai di dalam pusat perbelanjaan – pelanggaran masih sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi saja tidak cukup, dan dibutuhkan upaya yang lebih tegas dan berkelanjutan untuk mengubah perilaku masyarakat.

Kepada sinarmaluku, Direktur Lalu lintas Polda Maluku, Kombes Pol. Yudi Kristanto menegaskan, Masalah kemacetan di Batu Merah juga menjadi sorotan. Koordinasi yang telah dilakukan Ditlantas bersama pemangku kepentingan, akan terus dilanjutkan untuk memperoleh solusi bersama.

“Kemacetan di batu merah terjadi terutama pada jam sibuk, saat berangkat dan pulang kerja, diperparah oleh kondisi jalan yang sempit dan volume kendaraan yang tinggi,” Ujar Dirlantas

Maka dari itu, Penempatan personel Ditlantas untuk mengatur lalu lintas di lokasi tersebut merupakan solusi sementara. Solusi jangka panjang, yang lebih efektif dan berkelanjutan, menuntut intervensi pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan. Perlu adanya pelebaran jalan atau pembangunan jalan alternatif untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di area tersebut.

“Kesadaran akan tertib berlalu lintas harus terus dipupuk, dan peran polisi sebagai contoh dan pelopor dalam mematuhi aturan lalu lintas bagi masyarakat,” tambahnya.

Hal ini penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi semua pengguna jalan.

Menurut Dirlantas, tertib lalu lintas sebagai cerminan budaya dan citra Kota Ambon.
Dengan tertib berlalu lintas, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi warga dan wisatawan, sehingga berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sektor pariwisata.

Upaya peningkatan kesadaran ini, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama, baik masyarakat maupun aparat penegak hukum.

“Tertib berlalu lintas bukan hanya soal aturan, tetapi juga cerminan budaya dan jati diri kita sebagai masyarakat Ambon, Mari kita sama sama bergandengan tangan bekerja bersama untuk menjaga keamanan melalui kesadaran akan pentingnya berlalulintas,” Harapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

To Top