sinar maluku. com – Dugaan praktik nepotisme di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, tengah menjadi sorotan publik. Kepala sekolah, Hamid Lausepa, S.Ag, diduga mengangkat enam anggota keluarganya sebagai tenaga pendidik di sekolah yang berlokasi di Desa Buano Hatuputih, Kecamatan Kepulauan Manipa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa praktik ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, membatasi kesempatan bagi putra-putri daerah Kepulauan Manipa untuk menjadi guru di sekolah tersebut. Sejumlah sumber menyatakan bahwa SMKN 6 SBB “sudah seperti milik keluarga,” dengan kepala sekolah dan sebagian besar guru merupakan kerabat dekat.
Keenam anggota keluarga Hamid Lausepa yang diduga mengajar di SMKN 6 SBB adalah: istrinya, Lailatul Hilmiyah Lausepa, S.Ag; anaknya, Putri Lausepa; adiknya, Ibrahim Lausepa; adik iparnya, Nuria Tomia; dan keponakannya, Rahmatia Lausepa. Bahkan, sebagian dari mereka diduga tidak memiliki latar belakang akademik yang sesuai dengan jurusan yang diajarkan di sekolah, seperti perikanan, kelautan, dan perkantoran.
Hamid Lausepa telah menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 2009. Selama lebih dari 16 tahun kepemimpinannya, ia diduga membangun sistem yang mengutamakan kepentingan keluarganya. Istrinya, Lailatul Hilmiyah, juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah di SMA Negeri 13 SBB.
Kritik tajam ditujukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang dinilai lamban dalam menangani masalah ini. Ada kecurigaan adanya pembiaran dari oknum di dinas terkait, termasuk Kepala Bidang SMK, Anisa, yang disebut mengetahui namun tidak menindaklanjuti laporan masyarakat.
Masyarakat meminta Gubernur Maluku, Bapak Hendrik Lewerissa, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah dan pejabat dinas yang terlibat. Hingga saat ini, Hamid Lausepa dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut.