sinarmaluku. com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon secara resmi memulai Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dalam keterangannya di ruang kerja pada Rabu (17/12/2025), Kepala Kantor SAR, Muhammad Arafah menegaskan komitmennya untuk menjamin keselamatan masyarakat melalui kesiapsiagaan universal dan percepatan response time.
Arafah mengatakan, evaluasi operasi SAR pada periode Nataru sebelumnya, tercatat sebanyak tiga kecelakaan menonjol, yakni dua kejadian nelayan hilang kontak di Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah (semua selamat), serta satu insiden tragis tenggelamnya speedboat di perairan Tanjung Samala pada Januari 2025 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia dari total 31 penumpang.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga 15 Desember 2025, Basarnas Ambon telah melaksanakan 72 operasi SAR dengan rincian:
- Kecelakaan Kapal: 57 kejadian (mendominasi).
- Kondisi Membahayakan Manusia: 14 kejadian.
- Bencana Alam: 1 kejadian. Total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 231 jiwa selamat, 15 meninggal dunia, dan 16 orang dinyatakan hilang.
Lebih lanjut Arafah menambahkan, siaga SAR Khusus tahun ini akan berlangsung selama 19 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Dimana, Fokus pengamanan meliputi pelabuhan, bandara, serta titik penyeberangan rakyat yang padat seperti Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Toko.
”Kami menempatkan satu unit kapal KN SAR Bharata sepanjang 40 meter untuk standby di Pelabuhan Tulehu mulai 20 Desember. Ini langkah antisipasi kepadatan transportasi laut antar-pulau,” ujar Arafah.
Ditanya soal personil, Arafah mengatakan, pihaknya akan mengerahkan sebanyak 120 personel yang tersebar di beberapa titik strategis:
- Kantor Utama: 86 personel.
- Pos SAR Namlea, Tual, Saumlaki, Banda, SBT, dan Kepulauan Aru: Masing-masing 5 hingga 7 personel.
Ini penting, guna mendukung mobilitas, disiagakan sarana darat (truk personel, rescue car, motor trail, ATV) dan sarana laut (KN SAR Bharata, 1 unit RIB, serta 12 unit rubber boat yang disebar di seluruh pos).
Arafah menambahkan, Basarnas telah mengeluarkan tiga rekomendasi penting:
Pertama, Pendataan Manifest: Mendorong instansi terkait memperketat pendataan penumpang kapal.
Kedua, Sinyal Marabahaya: Meningkatkan penggunaan alat deteksi dini bagi operator kapal.
Ketiga, Keamanan Wisata: Meminta pengelola tempat wisata memasang rambu keselamatan secara jelas.
Arafah menghimbau, Bagi pengguna transportasi laut, gunakan life jacket dan jangan memaksakan berlayar saat cuaca buruk.
Sedangkan, Bagi warga yang berwisata, awasi anak-anak dan hindari area gelombang tinggi. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi call center kami di 0857 1058 897.”
” Diharapkan, dengan kesiapan 24 jam dan koordinasi lintas instansi, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Maluku dapat berjalan lancar, aman, dan penuh sukacita, ” Tutup Arafah