sinarmaluku.com – Tim Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Provinsi Maluku bersama Tim AMPSR Kabupaten Buru melaksanakan kegiatan monitoring dan audiensi lintas sektor untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan yang didukung oleh UNICEF ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan rekomendasi kesehatan serta memetakan ruang perbaikan guna menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan dan Bappeda Provinsi Maluku, UNICEF, hingga Yayasan Kanjoli Terang Maluku selaku mitra pelaksana.
Informasi yang dihimpun sinarmaluku menyebutkan, dalam rangkaian monitoring tersebut, tim memberikan apresiasi atas sejumlah praktik baik yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Buru antara lain,
Pertama Optimalisasi Dana Desa, dimana Desa kini berperan aktif dalam mendukung ketersediaan tenaga kesehatan dan pengadaan sarana transportasi untuk sistem rujukan.
Kedua, Koordinasi antara sektor kesehatan, sosial, dan kependudukan dinilai efektif dalam memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Ketiga, Keberadaan tim pendamping keluarga berkontribusi besar dalam edukasi pra-nikah, kehamilan sehat, dan skrining kesehatan dasar untuk mencegah risiko tinggi pada kehamilan.
Sinergi ini terbukti menjadi faktor pendukung dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Buru dalam beberapa tahun terakhir.
Meski mencatatkan progres positif, tim AMPSR juga mencatat beberapa tantangan yang perlu segera ditangani yakni,
Distribusi Tenaga Medis: Masih ditemukan ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan dan keterbatasan tenaga terlatih untuk layanan spesifik di rumah sakit.
Efisiensi Anggaran: Adanya keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pendampingan Fasilitas: Fasilitas kesehatan memerlukan dukungan informasi dan pendampingan yang lebih intensif terkait pelaksanaan program prioritas nasional.
Tim AMPSR menekankan pentingnya koordinasi yang kuat agar peran desa tetap berada di bawah panduan sektor kesehatan tanpa mengalihkan tanggung jawab utama layanan.
Melalui sinergi ini, diharapkan perbaikan sistem kesehatan di Kabupaten Buru dapat berjalan secara berkelanjutan demi memastikan keselamatan ibu dan anak di masa depan.