sinarmaluku. com– Publik dikejutkan dengan insiden kekerasan yang terjadi di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku. Dua orang siswa yang tengah menempuh Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun 2025 dilaporkan terlibat duel fisik hebat di dalam kompleks pendidikan.
Pertikaian yang melibatkan siswa berinisial AT dan MAH ini terjadi pada Senin (9/12/2025) sore di kawasan SPN Polda Maluku, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Akibat kejadian tersebut, siswa MAH mengalami cedera serius berupa patah tulang hidung dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Berdasarkan data yang dihimpun, perkelahian bermula saat kedua calon bintara tersebut berada di lingkungan SPN. Belum diketahui secara pasti pemicu utama hingga keduanya terlibat baku pukul atau “adu bogem mentah”.
Akibat luka yang dideritanya, MAH kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Maluku, Pandan Kasturi, Ambon. Informasi terakhir menyebutkan bahwa korban harus segera menjalani tindakan operasi untuk menangani kerusakan pada tulang hidungnya.
Mentalitas Calon Polisi Dipertanyakan
Insiden ini menjadi catatan kelam bagi proses pendidikan di SPN Polda Maluku yang saat ini dipimpin oleh Kombes Pol Romy Agusriansyah. Pasalnya, kedua siswa tersebut sudah menjalani masa pendidikan selama empat bulan dari total tujuh bulan masa pelatihan.
Kejadian ini dinilai mempertontonkan minimnya jiwa korsa dan pengendalian emosi. Sebagai calon anggota Polri yang dipersiapkan untuk pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) pada Februari 2026 mendatang, tindakan anarkis ini dianggap tidak mencerminkan mentalitas seorang pelindung dan pengayom masyarakat.
Pihak Polda Maluku Belum Memberikan Penjelasan
Hingga berita ini diterbitkan, otoritas terkait di Polda Maluku cenderung menutup diri. Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Romy Agusriansyah, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.
Hal senada juga ditunjukkan oleh Kakorsis SPN Polda Maluku, AKBP Hendra Haurissa, dan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi. Pihak Humas Polda Maluku bahkan mengarahkan awak media untuk langsung menanyakan persoalan tersebut kepada Kepala SPN, tanpa memberikan rincian kronologi maupun langkah disiplin yang akan diambil.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, mengingat para siswa tersebut merupakan bagian dari 71 putra terbaik yang lulus seleksi Bintara Polri tahun 2025, namun justru terlibat tindakan indisipliner sebelum resmi bertugas (***)