sinar Maluku. com – Jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku terus meningkatkan kesiagaan dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut. Melalui Personil KP. XVI – 3001 Tanjung Allang, pengamanan ketat dilakukan terhadap aktivitas debarkasi dan embarkasi penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Hurnala, Desa Tulehu, Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Imbangan Operasi Ketupat Salawaku 2026, yang difokuskan pada pengawasan arus mudik dan balik guna memastikan prosedur keselamatan pelayaran terpenuhi.
Pantauan Arus Penumpang
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIT, tercatat pergerakan penumpang yang cukup signifikan melalui beberapa armada kapal cepat dan feri:
- KM. Express Cantika 88: Memberangkatkan 373 orang menuju Amahai dan menurunkan 78 orang saat tiba kembali di Tulehu pada sore hari.
- KM. Cantika Express 99: Melayani rute Haria dengan total 198 penumpang naik dan 198 penumpang turun.
- KMP. Cantika Lestari 99B: Kapal jenis roro ini tercatat membawa 55 penumpang menuju Masohi, serta mengangkut logistik kendaraan sebanyak 36 unit roda dua (R2), 2 unit roda empat (R4), dan 7 unit roda enam (R6).
- KM. Express Bahari 1E: Tiba dari Amahai dengan 140 penumpang turun, serta melayani keberangkatan sebanyak 500 orang.
Situasi Kondusif
Selain melakukan pengamanan fisik di dermaga, personil KP. XVI – 3001 Tanjung Allang juga memberikan imbauan kepada para nahkoda dan awak kapal agar selalu memperhatikan kapasitas muatan serta alat keselamatan (life jacket) di atas kapal.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di Pelabuhan Hurnala Tulehu dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Seluruh jadwal keberangkatan maupun kedatangan kapal berjalan sesuai dengan rencana operasional tanpa kendala menonjol.